Berita Inforamsi Bola Terbaru 2021
Sederet Acara Menarik di Dream Day 2021 yang Bisa Diikuti | Berdampak Mulia ke Petani, Maudy Ayunda Investasi di Startup Segari | Polisi Militer Lanud Soewondo Gerebek Lokasi Judi di Medan | Fakta Unik Bingka, Kue Legit Khas Banjar yang Lezatnya Bikin Ketagihan | Kementan: Stok Pupuk Subsidi untuk Petani Subang Mencukupi | Program Intervensi Kemnaker Fokus Kurangi Kemiskinan Ekstrem di NTT | Pertumbuhan Ekonomi Meningkat, Pertamina Pastikan Stok BBM Aman | Dorong Pertumbuhan Pertashop, Menteri BUMN Apresiasi UMKM dan BUMDes | Dorong Pariwisata Pulau Komodo, BRI Peduli Berikan Dukungan Lewat Infrastruktur | Tunjukkan Kecintaan pada Batik Kesayanganmu Melalui Challenge #MudaBanggaBerbatik | BEKS, Suguhan Warung Rakyat Kaya Protein dengan Cita Rasa Madura | Tak Terima Ibu Dicela, Petani di Deli Serdang Bacok Teman hingga Tewas | Ganti Gaya Rambut, Ini Potret Terbaru Shandy Aulia Dipuji Makin Cantik Bak Remaja | Anak Bangsa Sehat dengan Bahan Pangan Lokal, Impian Nova Widiastuti Rintis Mekar Jaya | Visualnya Menggoda, Kare Kepiting Telur Bisa Kembalikan Nafsu Makan yang Sempat Sirna |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Akses ke Obwis Ditutup, Eh Lewat Jalan Tikus dari Google Maps

Oleh : Admin | on 9:13:08pm Selasa 19 Oktober 2021

Akses ke Obwis Ditutup, Eh Lewat Jalan Tikus dari Google Maps
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah (Pemda) DIY kebingungan menangani wisatawan yang nekat mengunjungi objek wisata (obwis) yang masih tutup. Penyekatan akses masuk lokasi obwis tak efektif karena adanya Google Maps.

"Sebenarnya sudah dilakukan penyekatan. Misalnya (akses) menuju Parangtritis, masih ada jalan lain yang bisa dilewati. Apalagi ada Google maps," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, saat ditemui di Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan, Kemantren Danurejan, Yogyakarta.

Aji mengaku, dengan kondisi saat ini sulit untuk menghalau wisatawan untuk tidak masuk ke destinasi wisata yang belum dibuka. Seperti akses ke Pantai Parangtritis yang tak bisa ditutup total.

"Parangtritis ditutup TPR e (akses masuk), warga kepie le lewat," katanya.

Upaya yang bisa dilakukan, lanjut Aji, saat ini hanya dengan mendorong pelaku wisata untuk tetap menjaga prokes. Apalagi, bagi obwis yang belum ditunjuk buka tapi sudah menerima tamu.

"Pengelola wisata tetap menjaga prokes. Karena mereka ini tempat terbuka ya, jadi sulit menolak," imbuh mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY ini.

Satu pekan sebelum penurunan level PPKM di DIY dari empat ke tiga, obwis yang belum ditunjuk ujicoba sudah diserbu wisatawan. Terutama wisata pantai dan Malioboro yang tetap dikunjungi wisatawan.

"Berbagai upaya kami lakukan, yang pasti kami terus mengingatkan wisatawan agar tidak berkerumun," kata Kepala UPT Malioboro Ekwanto.

Ekwanto menjelaskan, kunjungan wisatawan di Malioboro sampai lebih dari 2 ribu di hari Minggu (26/9/2021). Bahkan, UPT Malioboro sudah menerapkan pemadaman lampu, tapi tetap tak membuahkan hasil.



Simak Video "Melihat Persiapan Pembukaan Kembali Taman Pintar Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)

Akses ke Obwis Ditutup, Eh Lewat Jalan Tikus dari Google Maps | Bang Naga | on 9:13:08pm Selasa 19 Oktober 2021 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Akses ke Obwis Ditutup, Eh Lewat Jalan Tikus dari Google Maps
Description: Wisatawan bandel, nih! Akses menuju objek wisata di Yogyakarta masih ditutup di masa PPKM ini. Tapi tetap saja ada yang nekat sampai mencari jalan tikus.
Alamat: https://travel.sumutkota.com/travel-news/d-5742456/akses-ke-obwis-ditutup-eh-lewat-jalan-tikus-dari-google-maps.html
Artikel Terkait

Syarat Penerbangan Jawa-Bali Terbaru: Harus PCR Walau Sudah Vaksin


Selasa, 19 Okt 2021 21:05 WIB

Klaten Wajibkan Wisatawan Luar Kota Dicatat Identitasnya, Kenapa?


Selasa, 19 Okt 2021 20:50 WIB

Tragis! Harimau Sumatera Mati Terjerat


Selasa, 19 Okt 2021 20:09 WIB

Intip Ritual Penyucian Hewan Kurban di Bali


Selasa, 19 Okt 2021 20:00 WIB

Menengok Suasana Trans Studio Mini di Solo Usai PPKM Level 2


Selasa, 19 Okt 2021 19:45 WIB

Tes Rapid Antigen Garuda Indonesia Mulai Rp 45 Ribuan, PCR Rp 295 Ribu


Selasa, 19 Okt 2021 19:05 WIB

Saat Menteri Sandiaga jadi Rojali di Aceh, Beli Peci hingga Dodol


Selasa, 19 Okt 2021 18:40 WIB

Pedang Prajurit Perang Salib Ketemu di Laut, Umurnya 900 Tahun, Indah dan Langka


Selasa, 19 Okt 2021 18:02 WIB

Dear Traveler, Beli Tiket KA Jarak Jauh Wajib Gunakan NIK


Selasa, 19 Okt 2021 17:45 WIB

Jokowi Minta Pembukaan Penerbangan Internasional Dievaluasi Rutin


Selasa, 19 Okt 2021 17:03 WIB

Alhamdulillah...Destinasi Wisata di Magelang Dibuka Kembali


Selasa, 19 Okt 2021 16:45 WIB

Jakarta PPKM Level 2, Anak-anak di Bawah 12 Tahun Bisa Liburan


Selasa, 19 Okt 2021 16:11 WIB

Daftar Daerah PPKM Level 2 Terbaru di Jawa Bali dan Luar Jawa Bali


Selasa, 19 Okt 2021 15:45 WIB

Potret 5 Wisata Asyik di Tangerang Selatan


Selasa, 19 Okt 2021 15:12 WIB

COVID Lagi Meningkat, AS Imbau Warganya Hindari Perjalanan ke Singapura


Selasa, 19 Okt 2021 15:02 WIB

Susah Sinyal, Wisata di Bantul Buka dengan Terapkan Kartu Vaksin


Selasa, 19 Okt 2021 14:45 WIB

Festival Penis di Jepang, Jangan Ngelamun Jorok Dulu, Ini Festival Sakral


Selasa, 19 Okt 2021 14:05 WIB

Hore, Semua Objek Wisata di Bandung Barat Diizinkan Buka


Selasa, 19 Okt 2021 13:45 WIB

Peta Bintang Tertua di Dunia Bakal Dipamerkan di Museum Inggris


Selasa, 19 Okt 2021 13:24 WIB

Pacu Jawi di Luak Limopuluah Diusulkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia


Selasa, 19 Okt 2021 12:45 WIB

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Aarhus, Kota di Denmark Tempat Jonatan Christie dkk Menangi Piala Thomas
  • Klaten Wajibkan Wisatawan Luar Kota Dicatat Identitasnya, Kenapa?
  • Tragis! Harimau Sumatera Mati Terjerat
  • Intip Ritual Penyucian Hewan Kurban di Bali
  • Menengok Suasana Trans Studio Mini di Solo Usai PPKM Level 2
  • Tes Rapid Antigen Garuda Indonesia Mulai Rp 45 Ribuan, PCR Rp 295 Ribu
  • Saat Menteri Sandiaga jadi Rojali di Aceh, Beli Peci hingga Dodol
  • Pedang Prajurit Perang Salib Ketemu di Laut, Umurnya 900 Tahun, Indah dan Langka
  • Dear Traveler, Beli Tiket KA Jarak Jauh Wajib Gunakan NIK

  • Terpopuler

  • Pedang Prajurit Perang Salib Ketemu di Laut, Umurnya 900 Tahun, Indah dan Langka
  • Tragis! Harimau Sumatera Mati Terjerat
  • Tes Rapid Antigen Garuda Indonesia Mulai Rp 45 Ribuan, PCR Rp 295 Ribu
  • Klaten Wajibkan Wisatawan Luar Kota Dicatat Identitasnya, Kenapa?
  • Intip Ritual Penyucian Hewan Kurban di Bali
  • Menengok Suasana Trans Studio Mini di Solo Usai PPKM Level 2
  • Dear Traveler, Beli Tiket KA Jarak Jauh Wajib Gunakan NIK
  • Festival Penis di Jepang, Jangan Ngelamun Jorok Dulu, Ini Festival Sakral
  • Saat Menteri Sandiaga jadi Rojali di Aceh, Beli Peci hingga Dodol
  • Jakarta PPKM Level 2, Anak-anak di Bawah 12 Tahun Bisa Liburan
  • Jokowi Minta Pembukaan Penerbangan Internasional Dievaluasi Rutin
  • Alhamdulillah...Destinasi Wisata di Magelang Dibuka Kembali
  • Potret 5 Wisata Asyik di Tangerang Selatan
  • Daftar Daerah PPKM Level 2 Terbaru di Jawa Bali dan Luar Jawa Bali
  • Hore, Semua Objek Wisata di Bandung Barat Diizinkan Buka
  • COVID Lagi Meningkat, AS Imbau Warganya Hindari Perjalanan ke Singapura
  • Susah Sinyal, Wisata di Bantul Buka dengan Terapkan Kartu Vaksin
  • Simsalabim! Jadi Tukang Sihir Digaji Sampai Rp 160 Juta, Mau?
  • Peta Bintang Tertua di Dunia Bakal Dipamerkan di Museum Inggris
  • Wisata ke Taman Safari Bogor, Ini Aturan Barunya
  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2021 travel.sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds