Berita Inforamsi Bola Terbaru 2022
Cegah Omicron Lewat PPLN, Kapolri Pastikan Prokes dan Karantina di PLBN Entikong | Sinergi Dua Anak Perusahaan BUMN Dorong Inklusi Keuangan di Indonesia | Angin Kencang Landa 6 Desa di Madiun, 56 Rumah Rusak | Mencicipi Lezatnya 3 Jajanan ala Jepang di Bandung, Manisnya Bikin Ketagihan | Tren Mobil Premium, Mandiri Utama Finance Raih Pembiayaan Rp 11,6 Triliun | Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Sekda Bekasi dan Sembilan Saksi | Dapat Alokasi Rp260 Triliun, Ini Strategi BRI Capai Target KUR 2022 | Mau Pre Order Puding di Depok? Seller Lokal Ini Bisa Jadi Rekomendasinya | Istimewanya Gudeg Khas Yogyakarta yang Selalu Bikin Kangen, Bisa Jadi Oleh-oleh Lho! | Manis dan Crunchy, Ragam Kue Kering Ini Meriahkan Perayaan Imlekmu di Tangerang | Aneka Sambal di Jakarta yang Bikin Isi Piringmu Makin Sedap dan Mantap | BRI Edukasi Manfaat Digitalisasi Transaksi Bagi Pelaku Usaha di Yogyakarta | Aung San Suu Kyi Kembali Dijatuhi Hukuman Empat Tahun Penjara | Filipina Minta Indonesia Cabut Larangan Ekspor Batu Bara | Bikin Lidah Bergoyang, 3 Menu Sedap di Semarang Ini Lezatnya Enggak Ketolongan |
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Turis China Suka Lihat Lumba-lumba Lovina tapi Terhalang Corona

Oleh : Admin | on 5:51:21am Sabtu 22 Januari 2022

Turis China Suka Lihat Lumba-lumba Lovina tapi Terhalang Corona
Singaraja -

Tur melihat lumba-lumba di Pantai Lovina sepi selama pandemi COVID-19. Biasanya, tur ini paling diminati turis asal China.

Salah satu penyedia jasa tur melihat lumba-lumba bernama Komang Rediasa mengungkapkan kepada detikcom bahwa situasi pandemi ini begitu menyulitkan pelaku wisata Pantai Lovina. Dengan pembatasan mobilitas, sangat jarang turis yang datang ke sana.

"Sebelum pandemi ya lumayan ramai. Pemasukan juga lumayan. Nelayan-nelayan di sini semua menjalankan tur melihat lumba-lumba," katanya.

"Kalau sekarang (pandemi) sekali jalan saja sudah bersyukur. Paling dua minggu sekali, kadang sebulan sekali jalan," dia menambahkan.

Di Pantai Lovina sendiri, ada sekitar 40 kapal yang menjalankan tur tersebut. Kapal-kapal ini merupakan milik nelayan yang digunakan pula untuk melaut.

Karena tak ada turis, Komang mengatakan banyak nelayan yang akhirnya kembali menangkap ikan. Tapi hasilnya tak sepadan dengan menjalankan tur melihat lumba-lumba di mana mereka mendapatkan pemasukan sekitar Rp 700 ribu untuk sekali jalan.

"Nggak tentu untuk hasil tangkapan. Kalau bagus ya dapat, kalau sekarang musimnya ikan nggak terlalu banyak. Paling banyak bulan April," ujar Komang.

Sebelum pandemi, pelanggan tur melihat lumba-lumba mayoritas adalah wisatawan asing. Mereka kebanyakan berasal dari Eropa dan China.

"Kalau sebelum pandemi itu banyak tamu dari China. Waktu itu penuh, itu parkiran mobil penuh," kenangnya.

Namun kini, mereka lebih banyak kedatangan turis domestik. Komang dan kawan-kawannya bekerjasama dengan hotel untuk menawarkan paket perjalanan melihat lumba-lumba.

detikcom dalam Ekspedisi 3.000 Kilometer bersama Wuling juga sempat mengikuti tur tersebut. Kala itu di awal Oktober 2021, suasana lumayan ramai.

Ada belasan kapal yang berangkat melihat lumba-lumba. Akan tetapi benar kata Komang, kebanyakan adalah wisatawan domestik.



Simak Video "Viral Penampakan 7 Lumba-lumba Terkulai di Atas Dek Kapal Nelayan Pacitan"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/fem)

Turis China Suka Lihat Lumba-lumba Lovina tapi Terhalang Corona | Bang Naga | on 5:51:21am Sabtu 22 Januari 2022 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Turis China Suka Lihat Lumba-lumba Lovina tapi Terhalang Corona
Description: Tur melihat lumba-lumba di Pantai Lovina sepi selama pandemi COVID-19. Biasanya, tur ini paling diminati turis asal China.
Alamat: https://travel.sumutkota.com/travel-news/d-5836560/turis-china-suka-lihat-lumba-lumba-lovina-tapi-terhalang-corona.html
Artikel Terkait

Kembalinya Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Selama 77 Tahun


Sabtu, 22 Jan 2022 05:25 WIB

Geger Pesawat Lintas Benua Balik Kanan Cuma Karena 1 Penumpang Tak Bermasker


Sabtu, 22 Jan 2022 05:05 WIB

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Mau Wisata ke Jakarta International Stadium? Ini Caranya
  • Geger Pesawat Lintas Benua Balik Kanan Cuma Karena 1 Penumpang Tak Bermasker
  • Sandiaga: Wisata Jogja Dicoreng Lagi dengan Parkir Bus Rp 350 Ribu
  • Ini Wujud Sandal Khusus yang Wajib Dipakai Wisatawan Candi Borobudur
  • Kondisi Terakhir Snowbay Waterpark TMII Sebelum Direvitalisasi
  • Foto: Calon Eduwisata di Bandung, Bisa Lihat Pembuatan Pesawat
  • Ribuan Warga Bali Tumpah Ruah saat Ngaben Raja Pemecutan XI
  • Gresik Ternyata Punya 131 Objek Wisata Lho, Yuk Kita Eksplore!
  • Dispar Kulon Progo Fasilitasi Pembuatan Wisata Baru

  • Terpopuler

  • Geger Pesawat Lintas Benua Balik Kanan Cuma Karena 1 Penumpang Tak Bermasker
  • Kembalinya Pesawat Perang Dunia II yang Hilang Selama 77 Tahun
  • Ini Wujud Sandal Khusus yang Wajib Dipakai Wisatawan Candi Borobudur
  • Kondisi Terakhir Snowbay Waterpark TMII Sebelum Direvitalisasi
  • Ribuan Warga Bali Tumpah Ruah saat Ngaben Raja Pemecutan XI
  • Selamat Tinggal Snowbay Waterpark TMII
  • Sandiaga: Travel Bubble Batam Bintan - Singapura Buka 24 Januari 2022
  • Proyek Tol Jogja-Bawen Segera Mulai, Candi Borobudur Terdampak?
  • Foto: Calon Eduwisata di Bandung, Bisa Lihat Pembuatan Pesawat
  • Gresik Ternyata Punya 131 Objek Wisata Lho, Yuk Kita Eksplore!
  • Hidden Gems! Ada Kawasan Wisata Pesisir di Mauk Tangerang
  • Sempat Viral Terbengkalai, Ternyata Begini Kondisi TMII
  • Kelewat Populer, Kota di Italia Ini Berlakukan Tiket Masuk
  • Asyik! Liburan ke Thailand Bakal Bebas Karantina
  • Bandung Mau Bikin Eduwisata Baru, Bisa Lihat Cara Bikin Pesawat Lho...
  • Keren! Kini Ada Wisata Jet Ski di Sidoarjo yang Menantang untuk Dicoba
  • Letusan Gunung Tonga 500 Kali Lipat dari Bom Hiroshima!
  • Senyap Saat Pandemi, Wisata Kampung Batik Laweyan Kini Ramai Lagi
  • Negara Ini Bakal Denda Warganya yang Gak Vaksin, Nominalnya Rp 9,7 Juta
  • Sandiaga Uno Optimis Cetak SDM Berkualitas dan Ciptakan Lapangan Kerja di Pariwisiata
  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2022 travel.sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds