Berita Inforamsi Bola Terbaru 2022
Home Sitemap Cari disclaimer Contack Me  

Kisah Wisatawan Terjebak Macet Berjam-jam di Lembang dan Puncak

Oleh : Admin | on 8:02:36pm Jumat 12 Agustus 2022

Kisah Wisatawan Terjebak Macet Berjam-jam di Lembang dan Puncak
Jakarta -

Momen libur sekolah dimanfaatkan wisatawan dengan mengunjungi Lembang dan Puncak. Sayang, niat hati ingin tamasya malah terjebak macet berjam-jam pada Minggu (3/7/2022).

Lembang di Bandung Barat dan Puncak di Bogor memang menjadi spot wisata favorit masyarakat. Soal macet sudah kerap terjadi di masa libur panjang. Namun hal tersebut agaknya tak menyurutkan keinginan wisatawan untuk tetap pergi ke sana.

Misalnya di Lembang, wisatawan terjebak macet hampir satu jam ketika melintas di Jalan Kolonel Masturi. Jalan ini sebenarnya merupakan jalur alternatif dari Padalarang menuju Lembang.

Orang-orang yang menghindari keramaian jalur Dago akan memilih jalur ini. Sayangnya, di sana pun sudah penuh kendaraan.

Kemacetan juga mulai terasa di sekitar pertigaan menuju Curug Pelangi dan Lembang Park and Zoo. Kemacetan parah ini dipengaruhi faktor alam di mana badan jalan longsor dan belum diperbaiki sehingga diberlakukan sistem buka-tutup jalan.

Wisatawan asal Jakarta, Dina, mengatakan awalnya ia tak terjebak macet. Ia kaget setelah selesai makan, jalan sudah penuh antrean kendaraan.

"Saya tadi berhenti untuk makan siang di sekitar Cisarua, eh beres makan tahu-tahu sudah macet, perasaan tadi belum macet, sepertinya ada buka tutup," ujar Dina yang akan menuju Green Grass Cikole.

Sementara itu, wisatawan lain asal Bintaro bernama Slamet juga mengeluhkan macet di Lembang. Ia berangkat pagi dari rumah namun baru sampai objek wisata saat sore hari.

Saya lepas dari Tangsel (Tangerang Selatan) pukul 06.30 pagi, eh nyampe Cikole, Lembang, sudah pukul 16.00 WIB," ujarnya.

"Saatnya dibikin lebar kali ya jalannya, mungkin 25 cm di kiri jalan dan kanan jalan juga sudah lumayan tuh," Slamet berharap.

Sementara itu di Puncak, kemacetan juga tak kalah meresahkan. Seorang wisatawan asal Serpon, Sofi mengatakan ia menempuh perjalanan hingga 5 jam dari rumahnya sampai Gunung Mas.

"Luar biasa macetnya, 3 jam saya dari Gadog sampai Gunung Mas, mobil sampai panas. Saya dari Serpong, ya ada sekitar 5 jam berarti kita jalan (berkendara) kalau dari rumah. Tapi biasa sih ya, maklum tempat wisata, saya juga udah duga bakal macet gini, makanya berangkat pagi," kata Sofi ketika ditemui di kawasan Masjid Attaawun, Bogor.

"Saya mau nginep di vila di Gunung Mas, makanya takut kejebak macet lama kita berangkat pagi, sudah booking vila soalnya. Ini ajak anak-anak jalan-jalan, kan habis bagi rapot, jadi nagih minta jalan-jalan," tambahnya.

Sofi mengaku tak kapok dengan kemacetan di Puncak. Meski harus dibuat kesal menunggu, pada akhirnya ia sekeluarga tetap senang ketika sampai di tempat tujuan.

"Kalau macet mah biasa yah, namanya juga tempat wisata. Ya kadang anak rewel dikit kalau di jalan. Kalau menurut saya sih yang penting tahu jadwal one way ya sama ganjil kalau Puncak. Capek di jalan, tapi enak sampai sini sejuk udaranya, tempat wisatanya juga banyak. Nggak, sering juga hampir dua minggu sekali (ke Puncak)," ungkap Sofi.

Berbeda dengan Sofi yang melewati jalan utama menuju Puncak, wisatawan asal Depok bernama Galih harus menempuh jalan alternatif tapi ternyata ramai juga.

"Kayanya hari ini orang keluar semua ya, penuh jalanan Puncak. Tadi saya lewat jalur alternatif, tapi tetap ramai juga. Tapi tetap lebih cepat lah ya, dibanding lewat jalur utama," kata Galih.



Simak Video "Pemerintah Bakal Bangun Kereta Gantung untuk Atasi Macet di Puncak"
[Gambas:Video 20detik]
(pin/pin)

Kisah Wisatawan Terjebak Macet Berjam-jam di Lembang dan Puncak | Bang Naga | on 8:02:36pm Jumat 12 Agustus 2022 | Rating 4.5
Cuplikan :Judul: Kisah Wisatawan Terjebak Macet Berjam-jam di Lembang dan Puncak
Description: Momen libur sekolah dimanfaatkan wisatawan dengan mengunjungi Lembang dan Puncak. Sayang, niat hati ingin tamasya malah terjebak macet berjam-jam.
Alamat: https://travel.sumutkota.com/travel-news/d-6161027/kisah-wisatawan-terjebak-macet-berjam-jam-di-lembang-dan-puncak.html
Artikel Terkait

Catat 4 Jalur Pendakian Gunung Tambora untuk Momen 17 Agustus


Jumat, 12 Agu 2022 19:40 WIB

Apa Beda Pangkas Rambut Asgar Garut dengan yang Lain?


Jumat, 12 Agu 2022 19:14 WIB

Unik! Dusun di Pati Ini Hanya Dihuni 4 Rumah


Jumat, 12 Agu 2022 18:51 WIB

Senator Hina Bali Tak Bikin Kunjungan Turis Australia Turun


Jumat, 12 Agu 2022 18:33 WIB

Seperti Apa Gaya Cukur yang Sering Diminta Pejabat?


Jumat, 12 Agu 2022 18:18 WIB

Pulau Gili Ketapang, Tempat Lihat Senja Terbaik di Jawa Timur


Jumat, 12 Agu 2022 17:35 WIB

Terpesona Lanskap Pelangi Ganda dari Berbagai Penjuru Dunia


Jumat, 12 Agu 2022 17:00 WIB

Pulisan, Pantai Sepi yang 'Kesepian'


Jumat, 12 Agu 2022 16:34 WIB

Menyusuri Kota Antwerpen di Belgia Saat Akhir Pekan


Jumat, 12 Agu 2022 16:04 WIB

Pedagang Suvenir Girang, Bunaken Kembali Ramai


Jumat, 12 Agu 2022 15:36 WIB

Viral Masjid Megah di Depok, Ternyata Dibangun Menteri Erick Thohir


Jumat, 12 Agu 2022 15:03 WIB

Bunaken Mulai Ramai, Wisatawan Domestik Mendominasi


Jumat, 12 Agu 2022 14:34 WIB

Dari Bisikan ke Menteri PUPR, Tukang Cukur Asgar Dapat 1.000 Rumah DP 0%


Jumat, 12 Agu 2022 14:18 WIB

Kecantikan Likupang yang Kaya Vitamin Sea


Jumat, 12 Agu 2022 13:40 WIB

Paus Beluga yang Nyasar di Sungai Seine Itu Akhirnya Disuntik Mati


Jumat, 12 Agu 2022 13:14 WIB

Jembatan Gantung Kaca Bromo Rampung Desember 2022, Berani Coba?


Jumat, 12 Agu 2022 12:33 WIB

Mendaki Gunung Ciremai Rayakan HUT RI, Kamu Harus Booking Online


Jumat, 12 Agu 2022 11:39 WIB

Warga Depok Semringah Lihat Situ Rawa Kalong yang Tak Kumuh Lagi


Jumat, 12 Agu 2022 11:13 WIB

Cantiknya Likupang Bikin Enggak Mau Pulang


Jumat, 12 Agu 2022 10:35 WIB

Tukang Cukur Asgar Sukses Ngelobi Menteri PUPR, Bikin Perumahan


Jumat, 12 Agu 2022 10:12 WIB

Bagikan Ke : Facebook Twitter Google+

CONTENT

Latest Update

  • Apa Beda Pangkas Rambut Asgar Garut dengan yang Lain?
  • Unik! Dusun di Pati Ini Hanya Dihuni 4 Rumah
  • Senator Hina Bali Tak Bikin Kunjungan Turis Australia Turun
  • Seperti Apa Gaya Cukur yang Sering Diminta Pejabat?
  • Pulau Gili Ketapang, Tempat Lihat Senja Terbaik di Jawa Timur
  • Terpesona Lanskap Pelangi Ganda dari Berbagai Penjuru Dunia
  • Pulisan, Pantai Sepi yang Kesepian
  • Menyusuri Kota Antwerpen di Belgia Saat Akhir Pekan
  • Pedagang Suvenir Girang, Bunaken Kembali Ramai

  • Terpopuler

  • Apa Beda Pangkas Rambut Asgar Garut dengan yang Lain?
  • Senator Hina Bali Tak Bikin Kunjungan Turis Australia Turun
  • Viral Masjid Megah di Depok, Ternyata Dibangun Menteri Erick Thohir
  • Seperti Apa Gaya Cukur yang Sering Diminta Pejabat?
  • Catat 4 Jalur Pendakian Gunung Tambora untuk Momen 17 Agustus
  • Pulau Gili Ketapang, Tempat Lihat Senja Terbaik di Jawa Timur
  • Pulisan, Pantai Sepi yang Kesepian
  • Terpesona Lanskap Pelangi Ganda dari Berbagai Penjuru Dunia
  • Paus Beluga yang Nyasar di Sungai Seine Itu Akhirnya Disuntik Mati
  • Menyusuri Kota Antwerpen di Belgia Saat Akhir Pekan
  • Jembatan Gantung Kaca Bromo Rampung Desember 2022, Berani Coba?
  • Dari Bisikan ke Menteri PUPR, Tukang Cukur Asgar Dapat 1.000 Rumah DP 0%
  • Pedagang Suvenir Girang, Bunaken Kembali Ramai
  • Bunaken Mulai Ramai, Wisatawan Domestik Mendominasi
  • Kecantikan Likupang yang Kaya Vitamin Sea
  • Warga Depok Semringah Lihat Situ Rawa Kalong yang Tak Kumuh Lagi
  • Muncul di Film Pengabdi Setan 2, Bosscha: Beri Kesan Tidak Benar
  • Cantiknya Likupang Bikin Enggak Mau Pulang
  • Terpopuler: Kim Jong Un Hancurkan Hotel Reuni Korut-Korsel
  • Tukang Cukur Asgar Sukses Ngelobi Menteri PUPR, Bikin Perumahan
  • Nasional

    » Gempa Bumi Hari Ini

    menu


    Tempo LIPUTAN DAIRI CNN Zodiak
    © 2017 - 2022 travel.sumutkota.com | Pers | V.DB: 3.50 | All Right Reserved

    DMCA.com Protection Status


    Page loads : seconds